fbpx
Ilustrasi Ibu & Anak
Profil Tokoh

10 Wanita Luar Biasa Di Balik Sosok Tokoh Besar Islam (II/II)

Penilaian: 5 / 5

Aktifkan BintangAktifkan BintangAktifkan BintangAktifkan BintangAktifkan Bintang
 

 

Membaca kisah hidup para tokoh besar Islam, kita dapat menyaksikan bagaimana peran mulia seorang ibu. Wanita-wanita luar biasa ini menanamkan dasar agama Islam dan karakter yang menempa buah hatinya menjadi pribadi-pribadi yang mulia. Yuk, petik hikmah di balik kisah 10 ibu hebat tersebut di artikel berikut ini (Bagian II dari II tulisan):

 

Kelima: Ibu Imam Ahmad bin Hanbal

Kaligrafi Nama Imam Ahmad bin HanbalIbu Imam Ahmad bernama Shafiyah binti Maimunah binti Abdul Malik. Ayahnya wafat di usia muda, 30 tahun. Ibunya pun hidup menjanda dan enggan menikah lagi, walaupun usianya belum mencapai 30 tahun. Ia hanya ingin fokus memenuhi kehidupannya untuk anaknya. Buah usahanya adalah yang kita tahu saat ini. Imam Ahmad menjadi salah seorang imam besar bagi kaum muslimin. ia adalah imam madzhab yang empat. Semoga Allah merahmati ibu Imam Ahmad.

 

Keenam: Ibu Imam al-Bukhari

Kaligrafi Nama Imam BukhariImam al-Bukhari tumbuh besar sebagai seorang yatim. Ibunyalah yang mengasuhnya. Ibunya mendidiknya dengan pendidikan yang terbaik. Mengurus keperluannya, mendoakannya, dan memotivasinya untuk belajar dan berbuat baik.

Saat berusia 16 tahun, ibunya mengajak Imam al-Bukhari bersafar ke Mekah. Kemudian meninggalkan putranya di negeri haram tersebut. Tujuannya agar sang anak dapat menimba ilmu dari para ulama Mekah. Dari hasil bimbingan dan perhatian ibunya, jadilah Imam al-Bukhari seperti yang kita kenal saat ini. Seorang ulama yang gurunya pernah mengatakan, “Tidak ada orang yang lebih hebat darinya (dalam ilmu hadits)”.

 

Baca Juga: Hafal Quran 30 Juz Dalam Waktu 40 Hari? Bisa! Sudah Ratusan Orang Loh Yang Sudah Membuktikan. Mau?

 

Ketujuh: Ibu Ibnu Taimiyah

Ilustrasi Imam Ibnu Taimiyyah dan Ghazan KhanDemi Allah, seperti inilah caraku mendidikmu. Aku nadzarkan dirimu untuk berkhidmat kepada Islam dan kaum muslimin. Aku didik engkau di atas syariat agama. Wahai anakku, jangan kau sangka, engkau berada di sisiku itu lebih aku cintai dibanding kedekatanmu pada agama, berkhidmat untuk Islam dan kaum muslimin walaupun kau berada di penjuru negeri. Anakku, ridhaku kepadamu berbanding lurus dengan apa yang kau persembahkan untuk agamamu dan kaum muslimin. Sungguh –wahai ananda-, di hadapan Allah kelak aku tidak akan menanyakan keadaanmu, karena aku tahu dimana dirimu dan dalam keadaan seperti apa engkau. Yang akan kutanyakan dihadapan Allah kelak tentangmu –wahai Ahmad- sejauh mana khidmatmu kepada agama Allah dan saudara-saudaramu kaum muslimin”.

Inilah surat yang ditulis ibu Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah kepada dirinya, setelah beliau memohon izin kepada sang ibu untuk tetap tinggal di Mesir.

Surat ini memberikan kesan yang cukup mendalam kepada kita tentang bagaimana sosok ibunda Ibnu Taimiyah. Wanita shalihah yang berorientasi akhirat. Wanita kuat yang lebih senang anaknya bermanfaat bagi orang banyak ketimbang untuk dirinya sendiri. Wanita cerdas yang menjadikan anaknya investasi untuk kehidupan setelah kematian.

Ibunda Ibnu Taimiyah memberikan kesan bahwa ia adalah wanita yang teguh jiwa dan hatinya. Semoga Allah merahmatinya.

 

Kedelapan: Saudari Imam Ibnu Hajar al-Asqalani

Kaligrafi Nama Imam Ibn Hajar al AsqalaniIa adalah seorang wanita yang cerdas dan senang menelaah buku-buku. Ibnu Hajar memujinya dengan mengatakan, “Ia adalah ibuku setelah ibuku (yang melahirkanku pen. )”. Ia adalah seorang wanita yang memiliki banyak ijazah dari ulama Mekah, Damaskus, Balbek, dan Mesir.

Ibnu Hajar mengatakan, “Ia mempelajari khat, menghafal banyak surat Al Quran, termasuk orang yang banyak menelaah buku, dan ia pandai dalam hal itu”. Kata Ibnu Hajar pula, “Ia baik dan sangat sayang kepadaku”.

Karena begitu besar pengaruh saudarinya dalam kehidupannya, sampai-sampai Ibnu Hajar membuat syair tentangnya ketika ia meninggal.

 

Baca Juga: Lulus SMA Ngapain Yah? Yuk, Ikutan Program Ziyadah Takhosus Setahun Di MataQu. Bisa Hafal 30 Juz Al Quran Loh. Mau?

 

Kesembilan: Ibu Abdurrahman bin an-Nashir

 reruntuhan kota az zahra cordoba andalusia

Amirul mukminin Abdurrahman bin an-Nashir adalah penguasa Andalusia yang kala itu tengah dilanda kegoncangan. Kemudian ia berhasil membuat wilayah itu stabil. Ia berhasil memimpin pasukannya masuk ke jantung wilayah Perancis dan sebagian wilayah Swiss. Kemudian menguasai Italia. Ia pun menjadi raja terbesar di Eropa.

Di belakangnya ada seorang wanita yang berhasil mendidik dan membinanya. Abdurrahman an-Nashir adalah seorang yatim yang dibesarkan ibunya. Sang ayah tewas dibunuh pamannya saat Abdurrahman masih kecil.

 

Kesepuluh: Ibu Sultan Muhammad al-Fatih

Ilustrasi Sultan Muhammad Al Fatih Mehmed IISetelah shalat subuh, Ibu Sultan Muhammad al-Fatih mengajarinya tentang geografi, garis batas wilayah Konstantinopel. Ia berkata, “Engkau –wahai Muhammad- akan membebaskan wilayah ini. Namamu adalah Muhammad sebagaimana sabda Rasulullah saw. Muhammad kecil pun bertanya, “Bagaimana aku bisa membebaskan wilayah sebesar itu wahai ibu?” “Dengan Al Quran, kekuatan, persenjataan, dan mencintai manusia”, jawab sang ibu penuh hikmat.

Itulah ibu Muhammad al-Fatih, mendidik anaknya di waktu berkah pagi hari. Dia tidak membiarkan anaknya terbiasa dengan tidur di waktu pagi. Ia lakukan sesuatu yang menarik perhatian sang anak. Memotivasinya dengan sesuatu yang besar dengan dasar agama dan kasih sayang, bukan spirit penjajahan.

 

Baca Juga : Lulus SD, Hafal 30 Juz Al Quran, Bekal Pendidikan SMP serta SMA-nya Dapat Dan Jago Beragam Kemampuan Dasar Lainnya? Bisa Kok! Mau?

 

Demikianlah 10 Wanita Luar Biasa Di Balik Sosok Tokoh Besar Islam. Semoga kita bisa meneladani semangat dan pengabdian para wanita luar biasa ini dalam mencetak generasi hebat dan mewarnai dunia dengan kalimah-Nya. Allahumma Amiin.

 

Dikutip dari artikel berjudul "Ibunda Para Ulama" oleh Nurfitri Hadi.

 

 

Save

Save

Save

banner dauroh al quran 40 hari kotak

Tentang Kami

 

Pesantren Tahfizh Al Quran MataQu adalah lembaga pendidikan Islam yang berkomitmen menghasilkan para penghafal Al Quran dengan menawarkan berbagai program unggulan, diantaranya Santri Al Quran serta Dauroh Al Quran 40 hari.

Selengkapnya...

banner santri 18 04 2018 kotak

Like what you see?

Hit the buttons below to follow us, you won't regret it...

0
Shares
X

Maaf

Silahkan hubungi kami jika Anda ingin menyalin konten dari website ini. Tks.